Khazanah Mengenal Asma’Ul Husna (2)

بسم الله الرحمن الرحيم
Berikut lanjutan pembahasan ringkas perihal  Khazanah Mengenal Asma’ul Husna (2)
Mengenal Asma’ul Husna (2)
Segala puji bagi Allah Rabbul 'alamin, shalawat dan salam agar tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya sampai hari Kiamat, amma ba'du:
Berikut lanjutan pembahasan ringkas perihal Asma’ul Husna atau nama-nama Allah Yang Indah, agar Allah menyebabkan penyusunan risalah ini tulus karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Asma’ul Husna
Di antara ulama ada pula yang menyebutkan nama-nama Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang beliau gali dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupai yang dilakukan Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin dalam bukunya “Syarh Al Qawaa’idil Mutsla”, beliau menyimpulkan nama-nama Allah Ta'ala yang ada dalam kitab Allah, yaitu: (1) Allah, (2) Al Ahad (Allah Mahaesa), lihat Qs. Al Ikhlas: 1, (3) Al A'laa (Allah Mahatinggi, lihat Qs. Al A’la: 1), (4) Al Akram (Allah Mahamulia, lihat Qs. Al ‘Alaq: 3), (5) Al Ilaah (Allah yang berhak disembah, lihat Qs. Al Baqarah: 162), (6) Al Awwal (Allah yang pertama; yang tidak ada sebelum-Nya segala sesuatu, lihat Qs. Al Hadid: 3), (7) Al Aakhir (Allah yang terakhir; yang tidak ada setelah-Nya segala sesuatu, lihat Qs. Al Hadid: 3), (8) Azh Zhaahir (Allah yang tampak; yang tidak ada di atas-Nya segala sesuatu, lihat Qs. Al Hadid: 3), (9) Al Baathin (Allah, yang tidak ada sesuatu di bawah-Nya, lihat Qs. Al Hadid: 3), (10) Al Baari' (Allah Maha Pencipta, lihat Qs. Al Hasyr: 24), (11) Al Barr (Allah Maha berbuat ihsan, lihat Qs. Ath Thur: 28), (12) Al Bashiir (Allah Mahamelihat, lihat Qs. Al Israa’: 1), (13) At Tawwab (Allah Maha Penerima tobat, lihat Qs. Al Baqarah: 6), (14) Al Jabbar (Allah Subhaanahu wa Ta'aala mewujudkan kehendak-Nya terhadap semua makhluk-Nya tanpa ada yang sanggup menghalangi, lihat Qs. Al Hasyr: 23), (15) Al Haafizh (Allah Maha Pemelihara, lihat Qs. Yusuf: 64), (16) Al Hasiib (Allah Maha Menghisab, lihat Qs. An Nisaa: 6), (17) Al Hafiizh (Allah Maha Pemelihara, lihat Qs. Saba’: 21), (18) Al Hafii (Allah Mahabaik, lihat Qs. Maryam: 47), (19) Al Haqq (Allah Maha Benar, lihat Qs. Al Hajj: 62), (20) Al Mubiin (Allah Maha Menerangkan, lihat Qs. An Nur: 25), (21) Al Hakiim (Allah Mahabijaksana, lihat Qs. Al Hasyr: 1), (22) Al Haliim (Allah Maha Penyantun, lihat Qs. Al Baqarah: 225), (23) Al Hamiid (Allah Maha Terpuji, lihat Qs. Asy Syura: 28), (24) Al Hayy (Allah Maha Hidup, lihat Qs. Ghafir: 65), (25) Al Qayyum (Allah Maha Mengurus makhluk-Nya sendiri, lihat Qs. Al Baqarah: 255), (26) Al Khabiir (Allah Maha Mengetahui, lihat Qs. At Tahrim: 3), (27) Al Khaaliq (Allah Maha Pencipta, lihat Qs. Al Hasyr: 24), (28) Al Khallaq (Allah Maha Pencipta, lihat Qs. Al Hijr: 86), (29) Ar Ra'uuf (Allah Maha Sayang, lihat Qs. An Nahl: 7), (30) Ar Rahmaan (Allah Maha Pemurah, lihat Qs. Al Fatihah: 3), (31) Ar Rahiim (Allah Maha Penyayang, lihat Qs. Al Fatihah: 3), (32) Ar Razzaq (Allah Maha Pemberi rezeki, lihat Qs. Adz DzariyatL 58), (33) Ar Raqiib (Allah Maha Pengawas, lihat Qs. Al Ahzab: 52), (34) As Salaam (Allah Maha Pemberi keselamatan, lihat Qs. Al Hasyr: 23), (35) As Samii' (Allah Maha Mendengar, lihat Qs. Al Mujadilah: 1), (36) Asy Syaakir (Allah Maha Menyukuri, lihat Qs. An Nisa: 147), (37) Asy Syakuur (Allah Maha Mensyukuri, lihat Qs. Fathir: 34), (38) Asy Syahiid (Allah Maha Menyaksikan, lihat Qs. Fushshilat: 53), (39) Ash Shamad (Allah, Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, lihat Qs. Al Ikhlas: 2), (40) Al 'Aalim (Allah Maha Mengetahui, lihat Qs. Al An’aam: 73), (41) Al 'Aziiz (Allah Maha Perkasa, lihat Qs. Al Hasyr: 24), (42) Al 'Azhiim (Allah Maha Agung, lihat Qs. Al Baqarah: 255), (43) Al 'Afuww (Allah Maha Memaafkan, lihat Qs. Al Mujadilah: 2), (44) Al 'Aliim (Allah Maha Mengetahui, lihat Qs. At Tahrim: 2), (45) Al 'Aliiy (Allah Maha Tinggi, lihat Qs. Asy Syura: 51), (46) Al Ghaffar (Allah Maha Pengampun, lihat Qs. Nuh: 10), (47) Al Ghafuur (Allah Maha Pengampun, lihat Qs. Az Zumar: 53), (48) Al Ghaniyy (Allah Maha Kaya, lihat Qs. Muhammad: 38), (49) Al Fattah (Allah Maha Hakim, Dia yang memutuskan problem di antara hamba-hamba-Nya, lihat Qs. Saba’: 26), (50) Al Qaadir (Allah Mahakuasa, lihat Qs. Al An’aam: 65), (51) Al Qaahir (Allah Mahaberkuasa, lihat Qs. Al An’aam: 18), (52) Al Quddus (Allah Mahabersih dan suci dari segala malu dan kekurangan, lihat Qs. Al Jumu’ah: 1), (53) Al Qadiir (Allah Mahakuasa, lihat Qs. Al Maidah: 120), (54) Al Qariib (Allah Mahadekat, lihat Qs. Al Baqarah: 186), (55) Al Qawiyy (Allah Mahakuat, lihat Qs. Huud: 66), (56) Al Qahhar (Allah Maha Berkuasa, lihat Qs. Yusuf: 39), (57) Al Kabiir (Allah Mahabesar, lihat Qs. Ar Ra’d: 9), (58) Al Kariim (Allah Mahamulia, lihat Qs. Al Infithar: 6), (59) Al Lathiif (Allah Maha Lembut dan halus, lihat Qs. Al An’aam: 103), (60) Al Mu'min (Allah Maha Pemberi keamanan, lihat Qs. Al Hasyr: 23), (61) Al Muta'aaliy (Allah Mahatinggi, lihat Qs. Ar Ra’d: 9), (62) Al Mutakabbir (Allah Maha higienis dari keburukan, kekurangan dan cacat alasannya kebesaran dan keagungan-Nya, Dia mempunyai segala keagungan, lihat Qs. Al Hasyr: 23), (63) Al Matiin (Allah Mahakokoh, lihat Qs. Adz Dzariyat: 58), (64) Al Mujiib (Allah Maha Mengabulkan, lihat Qs. Huud: 61), (65) Al Majiid (Allah Mahamulia, lihat Qs. Huud: 73), (66) Al Muhiith (Allah Maha Meliputi, lihat Qs. Fushshilat: 54), (67) Al Mushawwir (Allah Maha Membentuk, lihat Qs. Al Hasyr: 24), (68) Al Muqtadir (Allah Mahakuasa, lihat Qs. Al Kahf: 45), (69) Al Muqiit (Allah Maha Pencipta makanan, lihat Qs. An Nisaa: 85), (70) Al Malik (Allah Maharaja, lihat Qs. Al Hasyr: 23), (71) Al Maliik (Allah Maha Menguasai, lihat Qs. Al Qamar: 55), (72) Al Maulaa (Allah Maha Pelindung, lihat Qs. Al Anfal: 40), (73) Al Muhaimin (Allah Maha Pengawas dan Pemelihara, lihat Qs. Al Hasyr: 23), (74) An Nashiir (Allah Maha Pembela, lihat Qs. An Nisa: 45), (75) Al Waahid (Allah Mahaesa, lihat Qs. Ar Ra’d: 16), (76) Al Waarits (Allah Maha Mewariskan, lihat Qs. Al Hijr: 23), (77) Al Waasi' (Allah Mahaluas, lihat Qs. Al Baqarah: 115), (78) Al Waduud (Allah Mahacinta, lihat Qs. Al Buruj: 14), (79) Al Wakiil (Allah yang diserahkan kepada-Nya segala urusan, lihat Qs. Ali Imran: 173), (80) Al Waliiy (Allah Maha Pelindung, lihat Qs. Asy Syura: 9), (81) Al Wahhab (Allah Maha Pemberi, lihat Qs. Ali Imran: 8)
Sedangkan dari hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:
(82) Al Jamiil (Allah Maha Indah),
(83) Al Jawwad (Allah Maha Pemberi)
Dalilnya sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
إِنَّ اللهَ تَعَالَى جَوَّادٌ يُحِبُّ الْجُوْدَ وَ يُحِبُّ مَعَالِيَ الْأَخْلاَقِ وَ يَكْرَهُ سَفْسَافَهَا
"Sesungguhnya Allah Ta'aala Maha Pemberi, Dia suka memberi, Dia menyukai akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang rendah." (HR. Baihaqi dalam Syu'abul Iman dari Thalhah bin Ubaidillah dan Abu Nu'aim dari Ibnu Abbas, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami' no. 1744)
(84) Al Hakam (Allah Penyelesai masalah)
Dalilnya yaitu sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
إِنَّ اللهَ هُوَ الْحَكَمُ....
"Sesungguhnya Allah yaitu Al Hakam…dst." (HR. Abu Dawud dan Nasa'i, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Al Irwaa' (2615))
(85) Al Hayiy (Allah Maha malu)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ حَيِيٌ كَرِيْمٌ
"Sesungguhnya Allah Pemalu lagi Maha Mulia." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah (3117))
(86) Ar Rabb (Allah Pengurus alam semesta)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ » . 
"Adapun saat ruku', maka agungkanlah Tuhanmu Azza wa Jalla di sana. Sedangkan saat sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, alasannya sangat layak kau akan dikabulkan." (HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa'i)
(87) Ar Rafiiq (Allah Maha Lembut)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِى الأَمْرِ كُلِّهِ
"Sesungguhnya Allah Mahalembut, menyukai kelembutan dalam segala sesuatu." (HR. Bukhari dan Muslim)
(88) As Subbuuh (Allah Mahasuci dari segala keburukan)
Dalilnya ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat ruku' dan sujud,
« سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ » . 
"Mahasuci Allah dan Mahabersih, Tuhan para malaikat dan malaikat Jibril." (HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa'i)
(89) As Sayyid (semua ketinggian berpulang kepada Allah)
Dalilnya yaitu sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
اَلسَّيِّدُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
"As Sayyid yaitu Allah Tabaaraka wa Ta'aala." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Nasa'i dalam Amalul yaumi wal lailah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami' 3700)
(90) Asy Syaafiy (Allah Maha Penyembuh)
Dalilnya yaitu doa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada orang yang sakit,
أَذْهِبِ الْبَاسَ، رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
"Hilangkanlah derita wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan dari-Mu tidak meninggalkan penyakit." (HR. Muslim)
(91) Ath Thayyib (Allah Maha Baik)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا
"Sesungguhnya Allah itu baik, tidak mendapatkan kecuali yang baik." (HR. Muslim dan Tirmidzi)
Bersambung…
Wallahu a’lam wa shallallahu ala Nabiyyina Muhammad wa alaa alihi wa shahbihi wa sallam
Marwan bin Musa
Maraji’: Untaian Mutiara Hadits (Penulis),  Maktabah Syamilah versi 3.45, Ta’liq Mukhtashar ala Lum’atil I’tiqad, (Syaikh M. bin Shalih Al Utsaimin), Al Qawa’idul Mutsla (Syaikh M. bin Shalih Al Utsaimin), http://www.alukah.net/sharia/0/82205/ , dll.

Sumber http://wawasankeislaman.blogspot.com/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Khazanah Mengenal Asma’Ul Husna (2)"

Post a Comment