KITAB WUDHU DARI RINGKASAN HADITS SHAHIH BUKHARI BAGIAN I

KITAB WUDHU DARI RINGKASAN HADITS SHAHIH BUKHARI BAGIAN I
Berwudhu


Sahabat Khazanah Islam, Berikut Kami paparkan Ringkasan Hadits Shahih Bukhari tentang Bab Wudhu yang sumbernya dari Buku Ringkasan Shahih Bukhari (Mukhtashar Shahih Bukhari) yang ditulis oleh Al-Imam Zainuddin Abul Abbas Ahmad bin Abdul Lathif Az-Zubaidi dan telah diterjemahkan oleh Arif Rahman Hakim Lc. diterbitkan oleh Penerbit Insan Kamil Solo-Jawa Tengah Cetakan Ke-2 : Rajab 1435 H.

Baiklah Kami sampaikan satu-persatu dan kami sajikan secara bersambung.

BAB : Shalat Tidak Diterima Tanpa Bersuci

Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah Muhammad SAW Bersabda :” Tidaklah diterima diterima shalatnya orang yang berhadats sampai ia berwudhu.” Seorang Lelaki dari Hadramaut berkata.”Apakah Hadats itu, Wahai Abu Hurairah?”. Abu Hurairah menjawab.”Kentut yang tidak bersuara dan yang bersuara.” (HR. Al Bukhari:135, Al Fath:1/282-283)

BAB : Keutamaan Berwudhu

Abu Hurairah RA berkata, aku mendengar Rasulullah Muhammad SAW bersabda.”Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya yang disebabkan oleh bekas Wudhu. Maka barangsiapa diantara kalian yang mampu untuk melebihkan cahayanya (batasannya) maka lakukanlah.” (HR. Al Bukhari:136, Al Fath:1/283-285)

BAB : Tidak Perlu Berwudhu Karena Ragu Sampai Ia Yakin Berhadats.

Dari Abdullah bin Zaid Al-Anshari RA sesungguhnya ia mengadu kepada Rasulullah Muhammad SAW tentang seseorang yang dikhayalkan kepadanya bahwa ia mendapati sesuatu didalam shalatnya, Maka Nabi Muhammad SAW bersabda.” Hendaklah ia tidak pergi (berwudhu) sampai ia mendengar suara atau menemukan bau.” (HR. Al Bukhari:137, Al Fath:1/285-287).

BAB : Meringankan Berwudhu

Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah Muhammad SAW tidur sampai mendengkur, kemudian beliau shalat atau mungkin ia mengatakan, beliau berbaring sampai mendengkur-kemudian beliau bangun lalu Shalat (HR. Al Bukhari:138, Al Fath:1/287-288)

BAB : Menyempurnakan Wudhu

Usamah Bin Zaid RA berkata, “Rasululah Muhammad SAW kembali dari Arafah hingga ketikabeliau sampai di gunung, beliau turun kemudian buang air kecil. setelah itu, beliau berwudhu dengan wudhu yang ringan. maka akau bertanya, “Shalat, Wahai Rasulullah? Beliau Menjawab.”Shalat Di Depanmu” Kemudian beliau menunggangi tunggakannya. ketika beliau tiba di Muzdalifah, beliau turun lalu berwudhu. Maka, beliau menyempurnakan wudhunya kemudian dikumandangkan iqamat. lantas beliau Shalat Maghrib. kemudian semua orang pun menderumkan untanya di tempat beliau turun. Lalu Iqamat Shalat Isya’ dikumandangkan. Beliau pun Shalat dan tidak Shalat (sunnah) diantara kedua Shalat Wajib tersebut (HR. AlBukhari:139)

BAB : Menyemburkan Air Dari Hidung Ketika Berwudhu

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang berwudhu, hendaklah ia menyemburkan air dari hidung (setelah menghirupnya) Dan Barangsiaoa yang bersuci (dari buang air) dengan menggunakan batu, hendaklah melakukannya dengan ganjil (HR. Al Bukhari:159)

BAB : Mendahulukan Yang Kanan Dalam Berwudhu

Aisyah RA berkata, “Nabi Muhammad SAW sangat senang mendahulukan yang kanan dalam bersandal, menyisir rambut (sambil meminyakinya), bersuci, dan dalam segala urusannya.” (HR. Al Bukhari:168, Al Fath:1/324-325)

BAB : Berwudhu Tiga Kali-Tiga Kali

Utsman Bin Affan RA meriwayatkan bahwa ia meminta dibawakan satu wadah (air). kemudian ia meuangkan air ke telapak tangannya tiga kali, lalu membasuh keduanya. setelah itu, ia memasukkan tangan kanannya ke dalam wadah, kemudian ia berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung, kemudian ia membasuh wajahnya tiga kali dan kedua tangannya sampai ke sikut dua kali. lantas mengusap kepalanya kemudian mencuci kedua kakinya tiga kali sampai kedua mata kaki.
Kemudian ia berkata, Rasulullah SAW bersabda” Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian ia shalat dua rakaat dan ia tidak berbicara diantara keduanya, pasti diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al Bukhari:158)

Dan Dalam Riwayat Lain (disebutkan) bahwa Utsman Bin Affan RA berkata, “Maukah Aku Ceritakan satu hadits kepada kalian, yang seandainya tidak ada satu ayat di dalam kitab Allah (Al-Quran), aku pasti tidak akan menceritakan kepada kalian. Aku mendengar Rasulullah Muhammad SAW bersabda,”Tidak seseorang berwudhu, lalu ia membaguskan wudhunya dan shalat, melainkan pasti diampuni dosanya antara wudhu dan shalat, sampai ia melakukan shalat tersebut.” (HR. Al Bukhari :158)

BAB: Mengusap Kepala Seluruhnya

Dari Abdullah Bin Zaid RA bahwa seorang lelaki berkata kepadanya.”Apakah Engkau bisa memperlihatkan bagaimana Cara Rasulullah Muhammad SAW berwudhu?” Maka Abdullah bin Zaid berkata,” Ya”. Lalu ia meminta diambilkan air, kemudian mengucurkan air ke atas kedua tangannya, lalu ia mencucinya dua kali, kemudian berkumur-kumur dan istintsar (menyemburkan air dari hidung) Tiga Kali. setelah itu, ia mencuci wajahnya tiga kali, dan mencuci tangannya dua kali-dua kali sampai dengan kedua sikunya. Kemudian ia mengusap kepalanya dengan kedua tangannya, dimulai dari depan ke belakang. Ia mulai dari bagian depan kepalanya sehingga kedua tangannya sampai di tengkuknya, kemudian ia membalikkannya ke tempat ia mulai. setelah itu, mencuci kedua kakinya.” (HR Al Bukhari:185, Al Fath : 1/347-352)

BAB: Berwudhu dengan 1 (satu) Mud Air

Dari Anas RA, Nabi Muhammad SAW biasa mandi dengan satu sha’ air sampai lima mud Air. dan berwudhu dengan satu mud air (HR. AL Bukhari:201, Al Fath:1/364-365).
Catatan : Jika dikonversikan dalam bentuk liter, Maka menurut Madzhab Syafi’I 1 sha’ adalah 2,75 liter. dan satu mud air adalah 0.6875 liter atau 687,5 ml air. sebagai  perbandingan 1 botol air mineral tanggung berisi 600 ml.

BAB : Mengusap Kedua Khuf

Dari Amr bin Umayyah Adh Damri, “Aku melihat nabi Muhammad SAW mengusap sorban dan kedua khufnya (HR. Al Bukhari: 205, Al Fath:1/369-370)
Catatan: Khuf adalah alas kaki dari kulit yang menutupi mata kaki. Hukum asal mengusap khuf adalah boleh. menurut mayoritas ulama, mencuci kaki lebih afdhol (lebih utama) daripada mengusap khuf. mengusap khuf adalah rukhsoh (keringanan) dalam ajaran agama Islam.

BAB : Keutamaan Orang Yang Tidur Dalam Keadaan Berwudhu.

Al Bara’ bin Azib RA berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Apabila engkau mendatangi tempat berbaringmu, hendaklah berwudhu seperti wudhu dalam shalat, kemudian berbaringlah dengan sisi badan kananmu. setelah itu, katakanlah, “Ya Allah sesungguhnya aku menyerahkan diriku kepada-MU, aku serahkab urusanku kepada MU dan aku perlindungkan punggungku kepada-Mu. karena cinda dan takut kepada-MU. Tidak ada tempat berlindung dan tempat keselamatan dari-Mu kecuali kepada-MU. Ya Allah, Aku beriman kepada Kitab-Mu yang telah engkau turunkan dan Kepada Nabimu yang telah Engkau Utus.” Maka, jika engkau mati pada malam itu, engkau mati dalam keadaan fitrah. dan jadikanlah semua kalimat itu sebagai akhir kalimat yang engakau ucapkan.”

Al Bara’ melanjutkan, “kemudian aku mengulang-ulangnya dihadapan Nabi Muhammad SAW hingga ketika sampai pada kalimat . “Ya Allah, Aku Beriman kepa Kitab-MU yang telah Engkau Turunkan.’ lalu aku mengucapkan “Dan Kepada Rasul-Mu yang telah Engkau Utus.” Maka Rasulullah SAW berkata, “Bukan begitu (akan tetapi) “Dan Kepada nabi-Mu yang telah Engkau Utus (HR. Al Bukhari: 247, Al Fath :1/426-427)

Segala Kekhilafan milik saya pribadi dan segala kebenaran Milik Allah SWT semata. 

Semoga bermanfaat bagi anda….Wallahua’lam Bi Showwab..

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "KITAB WUDHU DARI RINGKASAN HADITS SHAHIH BUKHARI BAGIAN I"

  1. I always used to read paragraph in news papers but now
    as I am a user of internet thus from now I am using net
    for articles or reviews, thanks to web.

    ReplyDelete