Subhanallah!! Kisah Juraij dan Doa Orang Tuanya

Subhanallah!! Kisah Juraij dan Doa Orang Tuanya
Subhanallah!! Kisah Juraij dan Doa Orang Tuanya

Ada Cerita yang menarik itu disimak yang berhubungan dengan makbulnya doa orang tua terutama doa seorang ibu yaitu pada kisah seorang Juraij. Ibroh yang nantinya bisa diambil adalah kita harus berbakti dan mendahulukan orang tua kita terutama ibu kita.sehingga ibu kita tidak marah dan mengeluarkan doa yang merugikan kita
Berikut Kisahnya yang disebutkan dalam hadits, Dari Abu Hurairah, ia berkata, ”Rasulullah Muhammad SAW bersabda,
 “Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian (masih bayi sekali) kecuali Isa bin Maryam dan (bayi dimasa) Juraij” Lalu ada sahabat yang bertanya,”Wahai Rasulullah siapakah Juraij itu?” Rasulullah Muhammad lalu bersabda, ”Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).
(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat sunnah, ”Wahai Anakku Juraij.” Juraij lalu bertanya dalam hati, ”Apakah aku harus meneruskan shalatku atau memenuhi panggilan ibuku?” Rupanya Juraij mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya.  Juraij kembali bertanya di dalam hati, ” shalatku atau Ibuku?” Rupanya Juraij mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau shalatku?” Rupanya Juraij tetap meneruskan shalatnya. Ketika ditunggu Juraij sudah tidak menjawab panggilan ibunya, ibunya berkata, “Semoga Allah SWT tidak mewafatkanmu, wahai Anakku Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur.” Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.
Wanita pelacur yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap sang raja dalam keadaan telah melahirkan anak. Sang Raja itu bertanya kepada wanita pelacur tersebut, ”Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?” “Dari Juraij”, jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, “Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?” “Benar”, jawab wanita itu. Raja berkata, ”Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari.” Orang-orang lalu mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali dan menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata lalu membawanya menghadap raja. Di perjalanan menuju sang Raja, Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan pelacur-pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.
Sang Raja bertanya Kepada Juraij, “Siapa ini menurutmu?” Juraij balik bertanya, “Siapa yang engkau maksud?” Raja berkata, “Dia (pelacur tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.” Juraij bertanya, “Apakah engkau telah berkata begitu?” “Benar”, jawab wanita pelacur itu. lalu Juraij bertanya, ”Di mana bayi itu?” Orang-orang lalu menjawab, “(Itu) di pangkuan (ibu)nya.” Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, ”Siapa ayahmu?” sang Bayi itu pun menjawab atas seizing ALLAH SWT, “Ayahku si penggembala sapi.”
Lalu sang raja berkata, “Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?” Juraij menjawab, “Tidak perlu”. “Ataukah dari perak?” lanjut sang raja. “Jangan”, jawab Juraij. “Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?”, tanya sang raja. Juraij menjawab, “Bangunkanlah seperti sedia kala.” Raja lalu bertanya, “Mengapa engkau tertawa ya Juraij?” Juraij menjawab, “(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah kuketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.” Kemudian Juraij pun menceritakan hal itu kepada mereka.”
(Hadits diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod) [Dikeluarkan pula oleh Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8 Bukhari: 60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab ”Wadzkur fil kitabi Maryam”.]
Ibroh atau Pelajaran yang bisa diambil dari Kisah Juraij
1- Hadits ini menunjukkan Keutamaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah. Seandainya Juraij adalah seorang alim / yang berilmu maka tentu Juraij akan lebih memilih untuk menjawab panggilan ibunya dibanding melanjutkan shalat.
2- Seorang anak harus menjaga agar orang tua tidak marah terutama ibu . Karena jika anak sampai membuat orang tua marah dan orang tua tidak ridlo dan mendoakan yang tidak baik, maka itu adalah do’a yang mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
3- Bukti dari kisah tersebut adalah do’a jelek dari ibu Juraij terkabul karena sang anak ,Juraij, akhirnya dipertontonkan di hadapan wanita pelacur sebagaimana do’a ibunya.
4- Birrul Walidain atau melakukan bakti kepada kedua orang tua termasuk akhlak mulia, lebih-lebih lagi berbakti pada ibu.
5- Juraij menunjukkan sikap yang benar ketika menghadapi permasalahan yaitu harus yakin akan pertolongan Allah SWT.
6- Juraij menunjukkan kezuhudannya karena hanya meminta tempat ibadahnya dibangun seperti sedia kala. Ia tidak minta diganti dengan emas atau perak.
7- Ketika musibah terjadi, barulah orang ingat akan dosa, ada juga yang mengingat akan do’a jelek yang menimpa dirinya seperti dalam kisah Juraij ini.
8- Berbakti kepada orang tua adalah wajib, termasuk di antaranya adalah memenuhi panggilannya. adapun shalat sunnah hukumnya sunnah, artinya berada di bawah bakti pada orang tua.
9- Doa dari ibu Juraij juga tidak berlebihan yaitu tidak sampai mendoakan anaknya,Juraij, terjerumus dalam perbuatan keji (zina). Ia hanya do’akan agar Juraij dipertontonkan di hadapan para pelacur, tidak lebih dari itu.
10- Jika ada dua perkara yang sama-sama penting bertabrakan, maka kita harus mendahulukan yang paling penting terlebih dahulu. Seperti dalam kisah Juraij yaitu ketika bertabrakan antara memenuhi panggilan ibu ataukah shalat sunnah, maka jawabnya, memenuhi panggilan ibu.

(Sumber : disarikan dan disadur dari
www.rumaysho.com/3382-kisah-juraij-dan-doa-jelek-orang-tuanya.html)

Kebenaran datangnya dari Allah SWT, Kesalahan datangnya dari saya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan bagikan ke orang lain (share), berkomentar dan baca artikel lainnya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Subhanallah!! Kisah Juraij dan Doa Orang Tuanya"

Post a Comment