Khazanah Doa Rasulullah: Doa Meminta Akhlak Yang Mulia

Khazanah Doa Rasulullah: Doa Meminta Akhlak Yang Mulia
Khazanah Doa Rasulullah: Doa Meminta Akhlak Yang Mulia


Sahabat Khazanah Islam, artikel berikut ini akan membahas tentang Akhlakul Karimah atau Akhlak Yang Mulia. Dari Ali bin Abi Tholib RA, Rasulullah Muhammad SAW berdoa :

اَلَّهُمَّ ا هْدِ نِيْ لِأَ حْسَنِ الأَ خْلاَ قِ، فَاِ نّهُ لاَ يَهْدِ يْ لِأَ حْسَنِهَا اِلاَّ أَنْتَ،
وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا لَا يَسْرِفُ عَنِّىْ سَيِّئَهَا اِلَّا  اَنْتَ

"Ya Allah... tunjukanlah aku pada akhlak yang paling baik, karena tidak ada yang bisa menunjukannya selain engkau. Ya Alloh... Jauhkanlah aku dari akhlak yang tidak baik, karena tidak ada yang mampu menjauhkannya dariku selain engkau".
(Hadits Diriwayatkan oleh Muslim 771, Abu Dawud 760, Tirmidzi 3419)

Akhlak dalam segi bahasa adalah karakter, budi pekerti dan perilaku. Sedangkan dari segi istilah, akhlak mulia adalah menahan diri dari kejelekan dan. menghiasi diri dengan kebagusan Dan amal kebaikan yang dilakukan harus sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Hadits ini menunjukan bahwa Rasulullah Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah bagi seluruh kaum muslimin, mempunyai karakter dan budi pekerti yang agung. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Qolam yang artinya:

Dan Sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Al-Qolam:4)

Keutamaan Akhlak Yang Mulia

Keutamaan akhlak mulia diantaranya adalah sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam sabda beliau:
مَا مِنْ شَئٍ  اَثْقَلَ فِىْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِيْنَ  يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَاِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيَ

"Tidak ada yang lebih berat timbangan orang yang beriman pada hari kiamat dibandingkan akhlak yang mulia. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang berbuat jelek dalam bicara"
(Hadits diriwayatkan At-Tirmidzi:2002, Ahmad:6/451, dan dishahihkan oleh Al-Bani dalam Ash-Shohiihah 876)

Berkata As-Syaikh Sholih bin Thoha Abdul Wahid: Agama Islam memerintahkan pemeluknya untuk mempunyai Akhlak mulia karena:
1.   Ahlak mulia bisa menjadikan seseorang hamba menjadi kekasih Allah. Dengan demikian, jika seorang hamba berdo'a niscaya dikabulkan doa'nya oleh Allah SWT dan tidak mendapatkan azab.
2.   Akhlak mulia bisa menambah berat timbangan amal pada saat  perhitungan di hari kiamat kelak.
3.   Akhlak mulia merupakan salah satu jalan menuju surga.
4.   Akhlak mulia dapat meninggikan derajat seseorang di surge kelak.
5.   Akhlak mulia dapat menjadikan seorang hamba menjadi teman dekat Rasulullah Muhammad SAW pada hari kiamat.
6.   Akhlak mulia bisa menjadikan seorang mukmin  termasuk orang-orang mukmin yang paling mulia.
Akhlaq Mulia Antara Sifat Alami Dan Usaha

Akhlaq merupakan sebuah ketetapan asli atau tabiat, akhlaq juga bisa diperoleh atau diupayakan dengan jalan berusaha menujunya. Maksudnya, bahwa seorang manusia sebagaimana telah ditetapkan padanya akhlaq yang baik dan bagus, sesungguhnya memungkinkan juga baginya untuk berperilaku dengan akhlaq yang baik dengan jalan berusaha dan berupaya untuk membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk itu, Rasulullah Muhammad SAW berkata kepada Asyajj 'Abdul Qais:
إن فيك لخلقين يحبهما الله : الحلم والأناة
"Sesungguhnya dalam dirimu ada dua sifat yang Allah SWT sukai; yaitu sifat santun dan tidak tergesa-gesa"

Asyajj 'Abdul Qais berkata:
يا رسول الله , أهما خلقان تخلقت  ما , أم جبلني الله عليهما
"Wahai Rasulullah, Apakah kedua akhlaq tersebut merupakan hasil usahaku, atau Allah-kah yang telah menetapkan keduanya padaku?"
Rasulullah Muhammad SAW pun menjawab:
بل جبلك الله عليهما
"Allahlah yang telah mengaruniakan keduanya padamu".

Kemudian Asyajj 'Abdul Qais berkata:
الحمد لله الذي جبلني على خلقين يحبهما ورسوله
"Segala puji bagi Allah yang telah memberiku dua akhlaq yang dicintai oleh-Nya dan oleh Rasul-Nya".
Maka dari itu, hal ini menunjukan bahwa akhlaq mulia dan terpuji bisa berupa perilaku alamiah (yaitu karunia dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang terpilih) dan juga dapat berupa sifat atau kebiasaan  yang dapat diusahakan atau diupayakan. Akan tetapi, tidak diragukan lagi bahwa sifat yang alami tentu lebih baik dari sifat yang diusahakan. Karena akhlaq yang baik jika bersifat alami akan menjadi perangai dan kebiasaan bagi seseorang. Juga tidak menemui kesulitan dalam menghadirkan akhlak mulia. Akan tetapi, ini merupakan karunia dari Allah SWT yang diberikan kepada seorang hamba yang terpilih yang dikehendaki oleh-Nya, barang siapa yang terhalang dari hal ini - yakni terhalang dari akhlaq tersebut secara tabiat alami, maka sangat mungkin baginya untuk memperolehnya dengan jalan mengupayakan dan berusaha untuk membiasakannya secara terus menerus
 Manakah Yang Lebih Utama?



Dari sini timbul pertanyaan, yaitu: Siapakah yang lebih utama, seseorang hamba yang bersungguh-sungguh berusaha dan berupaya agar dapat memperoleh akhlaq tersebut. dengan seseorang yang telah dikaruniakan padanya akhlaq yang terpuji, Manakah di antara keduanya yang lebih tinggi kedudukannya?.
Sesungguhnya tidak diragukan lagi, bahwa seseorang yang telah diberikan oleh Allah SWT padanya akhlakul karimah tentu lebih sempurna jika dilihat dari segi perilakunya yang memang sudah seperti itu, ataupun dilihat dari sisi telah tertanamnya akhlaq yang mulia atau karimah tersebut pada dirinya. Karena dia tidak akan merasa kesulitan ketika menghadirkannya, dan juga tidak akan hilang darinya akhlaq tersebut meskipun ia berada dimanapun juga, karena memang akhlaq yang mulia atau karimah telah menjadi sifatnya.Maka, dari sisi yang satu ini dia tentu lebih sempurna tanpa diragukan lagi.
untuk yang satunya lagi, ia telah bersungguh-sungguh berjuang untuk melatih dirinya untuk dapat berakhlak yang baik. Maka, tidak diragukan lagi bahwa dia mendapat pahala dari sisi perjuangannya dalam melawan dirinya, dan tentu saja dia lebih mempunyai keutamaan dari sisi yang ini.
Ketika ada seseorang yang mendapatkan karunia tersebut kedua-keduanya, yaitu secara alami dan setelah berusaha dan berupaya, tentu saja dia akan lebih utama lagi. Jadi ringkasnya, seseorang dalam masalah pencapaian akhlak yang mulia terbagi menjadi 4 (empat) golongan:
1.   Orang yang dikaruniai keduanya.
2.   Orang yang terhalang untuk mendapatkan akhlaq yang mulia, baik secara alami maupun dengan jalan membiasakannya
3.   Orang yang terhalang dari hal tersebut secara alami, akan tetapi ia dapat berusaha untuk memiliki akhlak yang mulia
4.   Orang yang mempunyai akhlaq secara alami, akan tetapi terhalang dari usaha dan upaya untuk memiliki akhlak yangmulia
Dan tentu saja tidak diragukan lagi, bahwa golongan yang pertama adalah yang paling utama, karena ia menyatukan antara keduanya dalam kemuliaan akhlaqnya.
Ibnul Qayyim Rahimahullah mempunyai pendapat bahwa semua akhlak mulia terlahir dari dua perkara:
1. Ke-khusyu'-kan
2. Tingginya kemauan.

Ibnul Qayyim Rahimahullah bertutur dalam kitabnya al-Fawaa-id, Hal (210 & 211): Adapun akhlak-akhlak yang mulia, seperti berani, sabar, , adil, sifat yang baik, menjaga kesucian dari hal-hal haram dan memelihara diri darinya, dermawan, suka memberi maaf, sopan santun, , suka memberi ampun, rela menanggung beban, mengutamakan orang lain, mulianya diri dari segala perilaku yang hina-dina, rendah diri, rela menerima apa adanya, jujur, ikhlas, membalas kebaikan dengan secukupnya atau bahkan melebihkannya, menutup mata dari kesalahan-kesalahan orang lain, tidak menyibukkan diri dari hal yang tidak ada gunanya, dan sikap hati yang selalu mengkritisi akhlak yang kurang bagus dan yang semacamnya. Maka, semua akhlak yang terpuji tersebut tumbuh dari ke-khusyu'-kan dan tingginya kemauan

Semoga Allah SWT memberi kemudahan kepada kita semua untuk selalu berakhlak mulia dan menjadikannya jalan meraih tingginya kemuliaan di Surga-Nya kelak.

Wallahua’lam bis showwab..

(sumber: www. abu-ikmal.blogspot.co.id/2011/05/doa-memohon-akhlak-mulia.html)
Kebenaran datangnya dari Allah SWT, Kesalahan datangnya dari saya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan andasilahkan bagikan ke orang lain (share) Semoga menjadi pahala bagi anda…

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Khazanah Doa Rasulullah: Doa Meminta Akhlak Yang Mulia"

Post a Comment