Kisah Teladan Seorang Uwais Al Qarni Menggendong Ibunya Untuk Melakukan Ibadah Haji

Kisah Teladan Seorang Uwais Al Qarni Menggendong Ibunya Untuk Melakukan Ibadah Haji
Kisah Teladan Seorang Uwais Al Qarni Menggendong Ibunya Untuk Melakukan Ibadah Haji

Sahabat Khazanah Islam, Melakukan bakti kepada kedua orang tua adalah kewajiban seorang anak seperti pepatah “Seseorang Belum dikatakan berbuat baik kepada Agama Islam, orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.” Syaikhul Jihad Abdullah Azzam.
Seorang yang bernama Uwais Al Qarni hidup di zaman setelah Rasulullah Muhammad SAW wafat. Namun Rasulullah Muhammad SAW pernah bercerita tentang sosok Uwais Al Qarni kepada Sahabat Umar dan Sahabat Ali Bin Abi Thalib tanpa pernah bertemu dengan sosok Uwais Al Qarni, kemudian Rasulullah Muhammad SAW berpesan kepada mereka, “Jika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (kepada Allah SWT) untukmu, maka lakukanlah!”.
Lantas, apa istimewanya sosok Uwais Al Qarni hingga Rasulullah Muhammad SAW sendiri meminta kedua sahabat dekatnya untuk dimintakan ampunan kepada Allah melalui perantara sosok Uwais Al Qarni?
Apa yang menyebabkan do’a seorang Uwais Al Qarni begitu dimakbulkan oleh Allah?
Seorang yang bernama Uwais Al Qarni adalah seorang pemuda dari Yaman yang tinggal berdua dengan ibunya yang sudah tua renta, lumpuh dan buta. Ayahnya sudah lama meninggal. Uwais Al Qarni adalah pemuda yang bukan hanya taat beribadah namun juga  dan patuh kepada ibunya.
Apa yang menjadi keinginan ibunya, dia pasti akan segera melaksanakannya. Termasuk saat ibunya meminta untuk beribadah haji.
Sosok Uwais Al Qarni hanyalah pemuda yatim yang miskin, jadi saat ibunya meminta untuk beribadah haji, pikirannya menjadi kalut karena untuk melakukan ibadah haji membutuhkan perbekalan dan kendaraan, sedangkan unta saja mereka tidak punya. Namun seorang Uwais Al Qarni tidak ingin mengecewakan ibunya.

Maka Uwais Al Qarni pun memikirkan cara untuk mengabulkan permohonan ibunya. Lalu muncullah ide yang nyleneh. Uwais Al Qarni membuatkan sebuah kandang di puncak bukit untuk seekor anak Sapi miliknya.
Untuk memberi makan dan mengembalikan Sapi ke kandang, Ia harus menggendong sapi itu turun- naik bukit.
Hal itu dilakukan oleh Uwais Al Qarni setiap hari selama 8 (delapan) bulan. Saat musim ibadah haji tiba, Sapi Uwais Al Qarni telah berbobot 100 kg, dan tubuh Uwais Al Qarni sendiri menjadi lebih berotot dan lebih kuat akibat latihannya menggendong sapi turun-naik bukit setiap harinya selama 8 (delapan) bulan.

Lalu apa tujuan Seorang Uwais Al Qarni berbuat seperti itu?

Ternyata latihan itu bertujuan untuk melatih tubuhnya untuk mampu menggendong ibunya selama melakukan perjalanan jauh melakukan ibadah haji. Kemudian berangkatlah Sosok Uwais Al Qarni dan ibunya untuk menunaikan ibadah haji. Ia menggendong ibunya yang tua itu sambil berjalan kaki selama perjalanan dari Daerah Yaman menuju Baitullah di Mekkah, melewati padang pasir yang tandus dan panas yang jaraknya sangat jauh.
Uwais Al Qarni menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, Sangat besar cinta Uwais Al Qarni kepada ibunya. Uwais rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.
Uwais Al Qarni berjalan tegap menggendong ibunya tawaf mengelilingi Ka’bah. Ibunya bercucuran air mata dan terharu bisa melihat Baitullah dari dekat. Di hadapan Ka’bah, Uwais AlQarni dan ibunya itu berdoa. “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais AlQarni. “Bagaimana dengan dosamu?” tanya ibu Uwais heran. Uwais Al Qarni menjawab, “Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibulah yang akan membawa diriku ke surga.”
Subhanallah, itulah keinginan Uwais Al Qarni yang penuh cinta dan tulus. Allah SWT pun memberikan karunia-Nya, Uwais Al Qarni seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk Uwais AlQarni? itulah tanda bagi Sahabat Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali sosok Uwais Al Qarni.
Para Sahabat berdua sengaja mencari Uwais Al Qarni di sekitar Ka’bah karena Rasullah Muhammad SAW berpesan “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat dimakbul oleh Allah SWT. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari Yaman, dia dibesarkan di daerah Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua.”
“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (Hadits Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim)
Perhatikan juga arti dari surat Al Isra ayat 23 di bawah ini :
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al Isra’ ayat 23)”.
 
(Sumber : disarikan dari www.duniaislam.org/22/12/2016/kisah-uwais-al-qarni-menggendong-ibunya-naik-haji/)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Teladan Seorang Uwais Al Qarni Menggendong Ibunya Untuk Melakukan Ibadah Haji "

Post a Comment