6 Etika Terhadap Pemimpin Muslim

6 Etika Terhadap Pemimpin Muslim
6 Etika Terhadap Pemimpin Muslim

Khazanah Islam pada kesempatan ini kan menyajikan artikel tentang etika terhadap pemimpin muslim. Dalam suatu masyarakat haruslah ada pemimpinnya, baik itu seorang yang pantas maupun tidak pantas untuk memimpin. hal itu karena adanya pemimpin akan sangat berpengaruh kepada keamanan rakyat dan stabilitas Negara. jika bangsa aman, maka rakyat dapat beribadah dengan tenang. oleh karena itu para salaf mengatakan “ tujuh puluh tahun berada dibawah pemimpin zalim lebih baik daripada satu malam tanpa pemimpin
Namun seringkali jika yang memimpin tidak sesuai kehendak, kemudian terasa berat untuk menaatinya, sekalipun menaati dalmhal yang ma’ruf. Maka sikap ini tidaklah sesuai dengan etika Islam. Karena itu hendaknya setiap muslim mengetahui adab terhadap pemimpin agar menjadi rakyat yang diridloi Allah SWT. diantaranya ada 6 etika / adab terhadap pemimpin

1.   Mendoakan Pemimpin

Imam Al-Bukhari berkata:”jika engkau melihat seseorang mendoakan kejelekan bagi penguasa maka ia adalah pengikut hawa nafsu dan bila engkau melihat seseorang mendoakan kebaikan bagi penguasa, maka ketahuilah bahwa ia adalah pengikut sunnah (Syarhus Sunnah, Hal 328).
Imam Ahmad mengatakan, “Saya selalu mendoakan penguasa siang dan malam agar diberikan kelurusan dan taufik, karena saya menganggap itu sebuah bentuk kewajiban (As-Sunnah Al Khallal, hal 82-83)

2.   Menghormati dan Memuliakannya

Rasulullah SAW bersabda :”Penguasa adalah Naungan Allah di bumi. Barangsiapa yang memuliakannya maka Allah SWT akan muliakan orang itu dan barang siapa menghinakannya maka Allah SWT akan hinakan orang tersebut.” (HR Ahmad 5/42, at-Tirmidzi:225, Ash-Shahihah 5/376).
Sahl bin Abdillah at-tusturi berkata,”Senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka memuliakan penguasa dan ulama, karena jika dua orang ini dimuliakan maka akan bai dunia dan akhirat mereka dan jika keduanya diremehkan maka akan rusak dunia dan akhirat mereka.” (Al-Jumi’li Ahkamil Qur’an, Al Qurthubi 5/260).
Thawus mengatakan, “Termasuk sunnah, memuliakan empat orang : orang alim, orang yang sudah tua, penguasa dan kedua orang tua.” (Syarhus Sunnah Al Baghawi 13/41).

3.   Mendengar dan taat

Perintah untuk menaati pemimpin muslim sangat banyak, sekalipun pemimpin tersebut sewenang-wenang. Diantaranya Hadits Abdullah Bin Umar, Bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat tatkala senang maupun benci. “jika disuruh kepada maksiat, maka tidak boleh mendengar dan taat” (Muttafaq”alaih).
Umar bin Khattab mengatakan.” Tidak ada Islam kecuali dengan jamaah, tidak ada jamaah kecuali dengan pemimpin dan tidak ada pemimpin kecuali harus ditaati.” (Jami’Bayanil Ilmi,Ibnu Ahdil Barr 1/62)

4.   Menasihati dan Meluruskan Pemimpin dengan Rahasia

Etika ini hendaknya diperhatikan bagi yang ingin menasehati pemimpin, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “ Barangsiapa yang ingin menasehati pemimpin maka janganlah ia memulai dengan terang-terangan, namun hendaknya ia ambil tangannya dan kemudian bicara empat mata. “jika diterima maka itulah (yang diharapkan), jia tidak maka ia telah melaksanakan kewajibannya.” (HR. Ahmad 3/303, at Thabrani 17/397, dishahihkan oleh Al-Albani).
Imam Malik mengatakan, “merupakan kewajiban bagi seorang muslim yang telah diberikan ilmu oleh Allah dan pemahaman untuk menemui penguasa, menyuruh mereka dengan kebaikan, mencegahnya dari kemungkaran, dan menasihatinya. Sebab seorang alim menemui penguasa untuk menasihatinya, dan jika itu telah dilakukan maka termasuk keutamaan diatas keutamaan.” (Al-Adab Asy-Syar’iyah fi bayani Haqqi ar Ra’I war Ra’iyyah. Hal 66).
Tapi janganlah ia menceritakan kepada khalayak bahwa ia telah menasihati pemimpin. karena itu termasuk cirri riya’ dam lemahnya iman (Ar Riyadhun Nadhirah 49-50)

5.   Membantunya

Rakyat wajib membantu pemimpin muslim dalam kebaikan, sekalipun haknya dikurangi. karena menolongnya akan membuat agama dan kaum muslimin menjadi kuat. lebih-lebih jika ada sebagian rakyat ingin meneror dan memberontak kepadanya. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi kalian ingin mematahkan kekuatan kalian atau memecah belah jamaah kalian, sedangkan kalian mempunyai pemimpin, maka bunuhlah” (HR Muslim:1852)

6.   Banyak Beristigfar Tatkala diberikan pemimpin yang tidak baik

Ketahuilah, bahwa urusan kekuasaan, kedudukan dan kerajaan adalah milik Allah (QS. Ali Imran :26) Allah SWT juga berfirman : “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal sholeh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana DIa telah menjadikan orang-orang sebelum mereka (QS An-Nur:55).
Rahasia dari semua itu, bahwa baik atau tidaknya pemimpin tergantung sejauh mana rakyatnya berpegang teguh kepada syariat Islam. dan Allah juga berfirman: “Dan periharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya (QS. AL Anfal:25).
Jika mereka bersabar dan selalu beristighfar maka itu akan menghapus dosa yang telah lalu. Al Baji (Al-Muntaqa Syarh al Muwaththa :615) mengatakan:”terkadang sekelompok orang melakukan perbuatan dosa yang hukumannya akan merember di dunia kepada orang lain yang tidak melakukan dosa tersebut. Adapun Di Akhirat, seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain.”
Wallahul Musta’an.
Disadur dari Majalah Alwaddah Vol 79
(Sumber : Majalah Al Mawaddah Vol79 hal: 49-50)

Kebenaran datangnya dari Allah SWT, Kesalahan datangnya dari saya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan andasilahkan bagikan ke orang lain (share), berkomentar dan baca artikel lainnya Atau anda bisa mendapatkan artikel terbaru di Blog Khazanah Islam dengan cara masukkan email anda di Form di bagian paling bawah blog ini Terima kasih

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "6 Etika Terhadap Pemimpin Muslim"

Post a Comment